gak berjudul..

kehidupan yang bermakna itu seperti apa???
suatu saat kita akan menjadi tua, keriput, sakit-sakitan bahkan bongkok mungkin.. tapi sampai sekarang aku masih bingung dengan kata kebermaknaan.. kadang aku berpikir bahwa menjadi cantik, disukai laki-laki ( yang ganteng apalagi )
, modis, pintar, pake barang mahal, terkenal, hidup seperti putri dan semua yang mirip dengan itu adalah sebuah kehidupan yang sempurna.. jujur, keinginan untuk diakui oleh orang-orang didunia adalah kerinduan terdalam dari diri ini, tapi apakah hanya cukup dengan itu aku mendapatkan kebermaknaan??? aku tidak berusaha menghakimi atau dihakimi tapi aku ingin mengetahui arti kehidupan sesungguhnya. Kadang-kadang saat sendiri seperti ini dan menulis kata-kata,aku berpikir… apa hidup cukup seperti itu??? pola kehidupan yang dunia ajarkan adalah begitu dan tetap begitu, tak ada yang bisa kita ubah dalam dunia ini tanpa kita merubah diri kita pribadi dahulu ^^ temukan makna hidup sesungguhnya dan suatu saat ketika kamu menutup catatan hidupmu kamu akan bersyukur karena Tuhan pernah ijinkan kamu menjalani hidup didunia ini..

2 Responses to “gak berjudul..”

  1. fran Says:

    may I leave my comm’
    orang jawa bilang hidup itu ‘wang sinawang’saat kita menengok kehidupan orang laen..hati kita berkata ..kok enak banget…….so do not ever look …!!!
    jangan pernah liat orang yang lebih enak dari kita Sekarang…
    Kalo mau lihat , gunakan lah mata hati…..
    coba Gledis…bayangkan jadi Penjual lotek di depan kampus…….
    dalam sehari mungkin yang di kerjakan amat sangat bannyak..mulai dr belanja ,memasak, mendorong grobak…..belum lagi klo keujanan….belum lagi klo anak / istrinya sakit……dan dia jual makanan cm dg harga 4000 doang. (masih kurang klo mau beli pocari)

    so saatnya kita BERBAGI………….itulah kehidupan Sebagai anak Tuhan.
    kapan2 kasih 5000 yach, dan bilang” kembaliannya buat bapak” tatap matanya….and say it with trully from d deepest of ur heart.Okay
    itulah hidup ,raga kita boleh menjadi keriput spt yang Glediz bilang, tapi hati kita ga boleh keriput
    jadilah senyum ‘kenyamanan ‘ bagi setiap orang yang kamu temui………dan berbagilah.
    Jesus bless u

  2. fran Says:

    Kisah SeOrAng Ibu

    Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.” Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”,jawab ibu itu.” Wouw… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

    Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.” Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??”” Oh ya tentu ” si Ibu bercerita :”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.””

    Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. ” Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??”Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ” anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”

    Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu….. kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani ??? “

    Apakah kamu mau tahu jawabannya??????…

    Please scroll….

    .

    .

    .

    .

    …Please scroll

    .

    .

    .

    ….Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
    ” Ooo …tidak tidak begitu nak….Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”

    Note :

    Pelajaran Hari Ini : Semua orang di dunia ini penting. Buka matamu, pikiranmu, hatimu. Intinya adalah kita tidak bisa membuat ringkasan sebelum kita membaca buku itu sampai selesai. Orang bijak berbicara “Hal yang paling penting adalah bukanlah SIAPAKAH KAMU tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN”

Leave a Reply